Epidermolisis Bulosa: Pengertian, Klasifikasi Jenis, dan Resikonya


Beberapa orang di dunia menganggap bahwa kulit merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Sebab kulit memiliki fungsi yang cukup vital untuk tubuh manusia, karena melindungi, menerima rangsangan, mengatur suhu tubuh, dan lain sebagainya. 

Tetapi tidak jarang pula Anda menemui beberapa orang yang mempunyai kelainan pada kulitya, yang mana bisa membuat fungsinya tidak bekerja sebagaimana harusnya. Ada satu contoh kelainan yang terjadi pada kulit, yaitu epidermolisis bulosa. Apa itu? berikut penjelasan tentang pengertian Epidermolisis Bulosa.

indiegogo.com

Pengertian Kelainan Kulit Epidermolisis Bulosa

Epidermolisis Bulosa atau bisa disebut dengan EB merupakan suatu turunan/gen yang langka, dimana berhubungan dengan jaringan ikat yang bisa menyebabkan kelainan kulit seperti membran mukosa yang melepuh. Pengertian epidermolisis bulosa menunjukkan bahwa kelainan tersebut ditandai dengan kondisi kulit yang sangat rapuh dan mudah luka walaupun secara normal ketika terjadi gesekan tidak akan ada lecet. Namun berbeda dengan kelainan kulit EB, yang mana kulit akan memberikan reaksi berupa melepuh dan ini terjadi pada kulit bagian luar maupun dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi ketika Anda menggaruk, menggosok, mengalami cedera, atau terpapar oleh cuaca panas.

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa kulit memiliki dua lapisan di dalamnya, yaitu epidermis (lapisan terluar) dan dermis (lapisan bawah). Di antara kedua lapisan tersebut terdapat sebuah “jangkar” yang memiliki fungsi untuk mencegah kedua lapisan ini berpisah satu dengan lainnya. Nah, bagi orang yang mengalami kelainan EB, “jangkar” yang ada pada kedua lapisan kulit tersebut rentan terlepas sehingga bisa menyebabkan reaksi berlebih (menyakitkan) ketika terkena gesekan. Gambarannya seperti luka bakar pada tingkat tiga.

Klasifikasi Jenis Epidermolisis Bulosa

Epidermolisis bulosa merupakan kelainan turunan yang bisa dibilang terdiri dari berbagai klasifikasi, dimana dilihat dari area lapisan kulit yang mengalami luka atau melepuh. Klasifikasi nya antara lain;
  • Area epidermis, biasa disebut juga dengan EB Simpleks.
  • Area dermis.
  • Area membran basal (area pertemuan di antara dermis dan epidermis).
  • EB Distropik, kelainan pada produksi kolagen.
  • EB Junctional, kelainan akibat adanya serat yang mengikat epidermis dengan membran basal sehingga terjadi pemisahan dibagian lapisan kulit dalam.
  • Sindrom Kindler, kelainan yang terjadi pada seluruh lapisan kulit.
  • EB Acqusita, kelainan akibat gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Siapa yang Bisa Terkena Epidermolisis Bulosa?

Epidermolisis bulosa umumnya terjadi pada anak-anak dan juga bayi. Tetapi ada juga para remaja dan remaja dewasa yang mengalami kelainan kulit ini. Sehingga tidak heran jika terdapat julukan lain yang dimiliki oleh epidermolisis bulosa. Seperti halnya julukan Butterfly Children, dimana banyak negara yang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan anak-anak yang mengalami kelainan epidermolisis bulosa karena kulit yang dimilikinya seperti sayap kupu-kupu yang mudah rapuh. Selain itu, ada juga julukan Bayi Kapas Wol atau Crystal Skin Children yang biasa digunakan di Amerika Selatan untuk menggabarkan kelainan epidermolisis bulosa.

Resiko Dari Kelainan Kulit Epidermolisis Bulosa

Melihat dari pengertian epidermolisis bulosa, menunjukkan bahwa luka atau kelainan kulit ini sulit untuk sembuh dengan sempurnah. Sehingga sangat disarankan untuk bisa menjaganya agar tidak terinfeksi, guna menghindari komplikasi lebih lanjut. Resiko lain yang harus diterima ialah adanya keterbatasan ruang gerak, terkadang juga susah untuk makan dan minum, osteoporosis, tumbuh kembang yang gagal, bahkan hingga resiko yang sangat parah yaitu kanker kulit.

Jadi semoga dengan adanya penjelasan tentang pengertian epidermolisis bulosa, biasa membuat Anda untuk bisa waspada terhadap kesehatan kulit tubuh.

Sumber:
https://www.halodoc.com/kesehatan/epidermolisis-bulosa
https://www.honestdocs.id/epidermolysis-bullosa